Penangkaran Burung Kicau Indonesia

7 Cara Memilih Indukan Kacer















Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih indukan kacer :

1. Jika pilihan untuk kicauan, tentunya yang berkelamin jantan, dengan ciri warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.

2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

3. Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

4. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

5. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bibit tersebut sehat. Pilihlah kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

6. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

7. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal..

Membedakan Kacer Jantan dan Betina



















Cara membedakan antara kacer jantan dan betina adalah sebagai berikut :

Kacer Jantan :
Bulu hitam pada kepala dan dada mengkilat. Sementara untuk usia trotolan, maka semburat warna hitam pada jantan sudah terlihat meski hanya pada satu dua bulu

Kacer Betina :
Sementara yang betina berwarna abu-abu. Sementara trotolan betina  hanya warna gelap atau hitam pudar cenderung abu-abu.

,

Mengenal Jenis Burung Kacer

Burung Kacer atau nama latinnya Marpie Robin adalah salah satu burung yang paling banyak digemari oleh penghobi burung kicau. Dari sisi harga yang terjangkau dan kualitas kicauan yang menarik.

Meskipun demikian, jenis burung ini makin hari makin langka, karena perburuan dan semakin sedikitnya kebun dan hutan. Karena kelangkaan tersebut, maka mulai banyak orang yang mencoba menangkarkan burung jenis Kacer ini dalam skala rumahan.

Dipasaran, ada beberapa jenis burung Kacer, yang tentu memiliki kekhasan tersendiri. Berikut ini jenis burung Kacer yang sering dipelihara dan dilombakan oleh penghobi. Ada dua jenis Kacer yang paling populer, yaitu : Kacer Jawa atau (Chopsycus Sechellarum) dan Kacer Poci (Chopsycus Saulary).

Letak perbedaan kedua jenis burung ini ada pada bagian warna bulu burung Kacer. Untuk Kacer Jawa lebih dominan berbulu hitam pekat mulai dari dada sampai kloaka. Sedangkan Kacer Poci, bulu hitam hanya pada sekitar bagian dada, sedangkan pada kloakanya berwarna putih.

Berikut ini jenis dan perbedaan burung Kacer :


1. Kacer Jawa (Dada Hitam)




















Kacer Jawa bulunya dominan berwarna hitam pada bagian dadanya. Bersuara nyaring, keras serta lincah saat menirukan suara disekitarnya.

Ternak jenis kacer ini sangat cocok untuk daerah yang berhawa panas, karena kacer jenis ini lebih suka pada hawa panas. Daerah penyebarannya ada di Kalimantan dan Jawa.



2. Kacer Poci (Dada Putih)

















Kacer Poci mirip kacer Jawa, hanya pada bagian kloaka bulunya berwarna putih. Penyearan Kacer jenis ini ada di wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Malaysia.

Suara burung Kacer Poci hampir sama dengan Kacer Jawa dan banyak dikembangkan oleh para penghobi burung.


3. Kacer Blorok (Persilangan)


















Merupakan hasil persilangan antara Kacer Jawa dan Kacer Poci, Dinamakan blorok karena pada bulunya berwarna blorok hitam dan putih.

Demikian 3 jenis Kacer yang banyak ditangkarkan, dan tentu jika kita menangkarkan secara sungguh-sungguh akan menjadi bisnis yang menjanjikan.



Penangkar Burung Kicau Indonesia
www.manukalas.com

Memulai Usaha Penangkaran Burung Kicau

















Memulai usaha penangkaran burung bukanlah hal yang sederhana. Mengapa demikian, karena memang burung pada umumnya adalah binatang yang terbiasa hidup liar. Namun demikian dengan semakin langkanya burung karena perburuan, maka konsep penangkaran burung menjadi salah satu usaha pelestarian yang memiliki nilai ganda. Tujuan mulia yaitu melestarikan alam dan tentunya yang mampu bernilai bisnis.

Selama ini, penangkaran burung lebih banyak dikelola dengan konsep hoby, sehingga seringkali penangkar bukannya mendapat untung tapi malah nombok untuk mengoperasikannya.

Dengan berkembangnya kebutuhan akan suply burung kicau, maka secara berlahan menciptakan peluang dari awalnya sekedar hoby berkembang menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan jika dikelola dengan manajemen yang baik.

Kelangkaan pasokan burung kicau dari alam yang semakin langka, membuka peluang usaha penangkaran memiliki prospek yang cerah.

Ada beberapa tips yang dapat dijadikan panduan, jika anda ingin memasuki bisnis penangkaran ini. Berikut tipsnya :

1. Mulailah Dari Kecil
Semua bisnis baru memiliki resiko, pun bisnis penangkaran burung. Maka cara yang paling aman untuk memulainya adalah memulai dari kecil. Jika usaha berjalan, maka secara perlahan usaha dikembangkan menjadi sekala yang lebih besar.

Memulai dari kecil ini untuk mengurangi resiko jika mengalami kegagalan, sehingga tidak berakibat kerugian yang lebih besar.

2. Bergabung Dengan Komunitas
Sebagai penangkar pemula, tentu bergabung pada komunitas penangkar akan mempercepat proses belajar. Bagaimanapun juga, sharing ilmu dari penangkar yang lebih senior dapat dijadikan panduan agar Anda tidak mengalami banyak kegagalan saat memulai.

3. Memiliki Mentor Penangkar
Lebih khusus lagi jika anda memiliki mentor penangkar senior, ini akan sangat membantu. Dari pengalaman, arahan-arahan penangkar senior terhadap pemilihan dan pembiakan sangat membantu dalam mengembangkan bisnis, khususnya disaat awal mengembangkan penangkaran.

4. Fokus untuk Satu Jenis Burung Dulu
Meskipun semua burung termasuk kategori unggas, tetapi setiap burung punya karakter masing-masing. Kondisi ini tidak bisa disamakan untuk semua burung. Misal, penangkaran kacer berbeda dengan penangkaran jalak. Memilih satu jenis burung dulu akan membantu anda fokus mengembangkan ilmu, sebab jika semua burung ditangkarkan maka anda akan mengalami kesulitan untuk mendalami karakteristik masing-masing burung.

5. Melihat Kebutuhan Pasar
Melihat kebutuhan pasar adalah faktor penting, agar produk penangkaran yang dihasilkan dapat diapresiasi dengan harga yang layak. Dengan memantau perkembangan pasar baik melalui komunitas penangkar, majalah dan berita tentang perburungan akan membantu anda menguasai lebih dalam tentang bisnis penangkaran.

ManukAlas Bird Breeding
www.manukalas.com

Penangkaran Burung Kicau Indonesia




















Manukalas sebuah usaha penangkaran burung kicau rakyat yang berusaha untuk melestarikan dan menangkarkan aneka burung kicau khas Indonesia.

Adapun lokasi penangkaran ada di Tegal Rejo, Semen, Gandusari, Blitar, Jawa Timur. Berada dilokasi lereng gunung Kelud dan Kawi dengan suasana sejuk dan dekat dengan perkebunan teh Bantaran.

Cita-cita luhur dari Manukalas adalah ingin membudidayakan dan mengembangkan aneka burung kicau khas Indonesia dari kepunahan sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Adapun burung yang diternakkan adalah sebagai berikut : Burung Kacer, Jalak Suren, Jalan Kebo, Murai dan aneka burung khas Indonesia lainnya.

Semoga penangkaran Manukalas ini akan memberikan inspirasi baik dari sisi pelestarian maupun dari nilai bisnis yang terkandung didalamnya


ManukAlas
Penangkaran Burung Kicau Indonesia
Blitar - INDONESIA